.
Sunday 05th of September 2010    
Banner
<

Profil Masjid Al-Ikhlash Jatipadang

 

A.    Sejarah

 

Sejarah berdirinya masjid diawali dengan dibangunnya sebuah kompleks perumahan bagi pegawai Departemen Pertanian di kawasan Jakarta Selatan, Indonesia oleh PT Taruna Bangun pada tahun 1965. Untuk mengakomodasi kebutuhan bagi para pekerja muslim untuk menunaikan kewajibannya, maka perusahaan membangun sebuah mushala kecil yang dapat juga digunakan oleh masyarakat. Ketika proses pembangunan kompleks selesai, mushala tersebut diserahkan kepada masyarakat di kelurahan Jatipadang.

 

Pada tahun 1968, bangunan yang sebelumnya merupakan garasi PT Taruna Bangun direnovasi menjadi madrsah ibtidaiyyah ( sekolah dasar Islam) dan mushala dipugar menjadi masjid yang lebih besar dan diberi nama Masjid Panca Sakti. Madrsah dikepalai oleh H. Muhammad Ishak dan Masjid Panca Sakti diketuai oleh Ir. Soedjarwo yang pada awalnya didampingi oleh Bpk. Soelaiman dari PT Taruna Bangun. Tahun 1969, madrsah dan masjid diserahkan pengelolaannya kepada masyarakat kelurahan Jatipadang. Masjid Panca Sakti diubah namanya menjadi Masjid Al Ikhlash dengan harapan agar semua kegiatan di dan untuk masjid ini dilakukan secra ikhlas dan akan mendapatkan ridha Allah SWT.

 

Tokoh-tokon lain yang terlibat dalam tahap awal pembinaan Masjid dan Madrasah ini antara lain adalah: Bpk. Soelaiman, Bpk. Soejarwo SH, Ustadz Abdul Rahman, Bpk. Lili Sadeli, Drh. Syamsu, Drh. ZB Tafal. Drs. Salim Harun, Drs. Iwan Djuhata, Bpk. Djuri Kundori, Ustadz, Mahruf Djaani, Ustadz Ridwan, Ustadz Syakubat, Bpk. Sinwani, Bpk. Sadi, dan Bpk. Nana.

 

Tanah tempat dibangunnya masjid dan madrasah merupakan milik Departemen Pertanian Republik Indonesia. Beberapa tokoh Departemen Pertanian menghendaki agar bangunan dan tanah dikembalikan kepada Departemen Pertanian. Selanjutnya, masjid dan madrasah dikelola oleh Yayasan Mujahidin – sebuah yayasan nirlaba di bawah Departemen Pertanian.

 

Bangunan masjid sudah melalui beberapa kali proses renovasi, diantaranya pada tahun 1981 melalui bantuan dana dari Pemerintah DKI Jakarta . Perbaikan menyeluruh yang melibatkan perencanaan terintegrasi antara Masjid dan Madrasah akhirnya mulai dilakukan pada tahun 1998 dimana peletakan batu pertama dilakukan oleh Menteri Pertanian RI, DR Muhammad Prakosa, pada tahun 2000 bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1421 H. Sejak saat inilah kegiatan dan pembangunan Masjid terus dilakukan dengan dana swadaya masyarakat dan bantuan beberapa instansi pemerintah dan swasta.

 

Selanjutnua pada tahun 2006 dengan mempertimbangkan banyaknya Masjid yang menggunakan nama Al-Ikhlash, maka diputuskan nama Masjid Al-Ikhlash berubah menjadi Masjid Al-Ikhlash Jatipadang. Pada tanggal 20 Desember 2007, bertepatan dengan hari raya Idul Adha 1428H kegiatan pembangunan Masjid al-Ikhlash Jatipadang dinyatakan selesai dan diresmikan oleh Menteri Pertanian RI yaitu Bpk. DR. Ir. H. Anton Apriantono, MS.

 

 

B. Pengurus

  

A.    Dewan Kehormatan

1.   Ir. H. Nursyirwan Zen

2.   H. Muhammad Ishaq


B.    Dewan Syariah

1.   Ust. H. Azhari Hatim MA.

2.   Ust. H. Tajuddin, lc, MA.

3.   Ust. H. Syaerozie Hasan, MA.

C.    Majelis Pertimbangan Pengurus

1.   H. Kamdiya Adisoesanto, SH.

2.   Drs. H. Moefidd Gunawan

3.   Drs. H. Anung Widodo

2.   Ir. H. Iswoto

3.   Ir. Soepani

4.   Soegandhi Moekhayat, SH.

5.   Ir. H.Harsono Reksowardoyo

6.   Drs. H. Ahmad Suparta

 

 

D.    Badan Pengurus

1. Ketua Umum                                                       : H. Budi Suhirman, MSc, MBA

2. Wakil Ketua Umum                                              : Ir. H. Momong Imron Rosyadi

3. Ka.Bid.I (Pelatihan & Pengembangan)                   : Ir. M. Furqon Al-Faruqy

4. Ka.Bid.II (Ibadah,Dakwah & Sosial)                       : H. Eddy Nurtadi, Mth.

5. Ka.Bid.III (Ekonomi &Keuangan)                           : Ir. Drs. Syamsul Hidayat

6. Sekretaris Umum                                                 : Ir. Rahadi Mulyanto

 

E.    Internal Audit

1.   Drs. Suwanda MSc.

2.   H. Andi Amri Matotorang

 

F.    Sekretariat Masjid

1. Wa.Sekum Bid.Proker                                          : Muhammad Dwi, SE.

2. Wa.Sekum Bid.Operasional                                  : Ahmad Fauzi, S.Sos.

·      Staff Bidang Operasional                                 : Firman

·      Tata Usaha                                                    : Yudi Mulyadi

·      Kasir                                                             : Fiska

·      Keamanan & Ketertiban                                  : Marwan, Suherman

·      Kebersihan & Keindahan                                 : Suparman, Iwan, Aang

 

G.    Sub Bidang - Bidang

1.   Sub Bidang Pelatihan & Pengembangan

·      Pendidikan & Latihan                                      : Ir. Agung Triyadi

·      Kajian & Pengambangan                                 : Ir. Rio

2.   Sub Bidang Ibadah, Da’wah & Sosial

·      Ibadah                                                           : Muhammad Lalu Idham Kholid

·      Dakwah                                                          : Ibnu Basyir

·      Sosial/Pelayanan Umat                                   : Muslim

3.    Sub Bidang Ekonomi & Keuangan

·      Ekonomi                                                        : Jiwa Setiawan

·      Keuangan/Bendahara                                      : Kusen Susanto, SE

 

H.    Unit Pelaksana Teknis (UPT) – Badan Otonom

1. Unit Pemberdayaan Perempuan                            : Ibu Susanto Kasdi

2. Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPLQ)                  : Ir. Furqon Al-Faruqy

3. Himpunan Pemuda Pemudi Al-Ikhlash                   : Keamas

4. Unit Pelayanan Zakat                                           : Abas Supriyadi

5. Unit Pelayanan Kesehatan                                    : Firman

6. Al-Ikhlash Media Center                                        : Muhammad Abdi Kristanto

 

 
Al-Ahad 26 Ramadhan 1431
Shadaqah

Kamus Random Ind-Arab

Kamus Ind Arab

Pengunjung Online

Ada 7 guests sedang online

Jumlah Pengunjung Website

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini44
mod_vvisit_counterKemarin106
mod_vvisit_counterMinggu Ini918
mod_vvisit_counterBulan Ini491
mod_vvisit_counterTotal20173
Visitors Counter 1.5

Domisili Pengunjung Website

Loading GeoVisitors Map
GeoVisitors for Joomla!

Chat Dengan Media Center

bottom

top

Surat Al Quran Hari Ini

Al Fatihah 

 

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
  

 

2. Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].

[2] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafal rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah).
'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. ALlah pencipta semua alam-alam itu.

  

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 

 

  

 

4. Yang menguasai[4] di Hari Pembalasan[5].

[4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.

  

 

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan[7].

[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

 

6. Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus,

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

 

 

7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]

[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

 

 

 

 

Al Ikhlash

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah saw. dengan berkata: "Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu." Ayat ini (S. 112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini Makkiyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi saw. dan diantaranya Ka'bubnul 'asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: "Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu." Ayat ini (S.112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Sa'id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa'id bin Jubair menegaskan bahwa surat ini Madaniyyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab(Persekutuan antara kamu Quraisy, Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa suku sekeliling Makkah) berkata: "Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami." Maka datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil 'Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)

Keterangan:
Menurut as-Suyuthi kata "al-Musyrikin" dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi saw. dan berkata: "Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.

 

   

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

 

bottom

Dikembangkan Oleh Media Center Masjid Al-Ikhlash Jatipadang. Designed by: Free Joomla 1.5 Theme, Infinology. Valid XHTML and CSS.