.
Sunday 05th of September 2010    
Banner
<



Tampilkan surah:   Pilih ayat:
Pilih Surah
Pencarian Ayat
# Surah Makkiyah / Madaniyah Jumlah Ayat Recitation
1 Al-Fatihah (Pembukaan) Makkiyah 7
2 Al-Baqarah (Sapi Betina) Madaniyyah 286
3 Ali Imran (Keluarga 'Imran) Madaniyyah 200
4 An-Nisaa (Wanita) Madaniyyah 176
5 Al-Maidah (Hidangan) Madaniyyah 120
6 Al-An'am (Binatang Ternak) Makkiyah 165
7 Al-A'raf (Tempat Tertinggi) Makkiyah 206
8 Al-Anfaal (Rampasan Perang) Madaniyyah 75
9 At-Taubah (Pengampunan) Madaniyyah 129
10 Yunus (Yunus) Makkiyah 109
11 Huud (Hud) Makkiyah 123
12 Yusuf (Yusuf) Makkiyah 111
13 Ar-Ra'd (Petir) Madaniyyah 43
14 Ibrahim (Ibrahim) Makkiyah 52
15 Al-Hijr (Al Hijr) Makkiyah 99
16 An-Nahl (Lebah) Makkiyah 128
17 Al-Israa' (Memperjalankan di Malam Hari) Makkiyah 111
18 Al-Kahfi (Goa) Makkiyah 110
19 Maryam (Maryam) Makkiyah 98
20 Thaahaa (Thaa Haa) Makkiyah 135
21 Al-Anbiyaa (Nabi-nabi) Makkiyah 112
22 Al-Hajj (Haji) Madaniyyah 78
23 Al-Mu'minuun (Orang-orang yang Beriman) Makkiyah 118
24 An-Nuur (Cahaya) Madaniyyah 64
25 Al-Furqaan (Pembeda) Makkiyah 77
26 Asy-Syu'araa (Para Penyair) Makkiyah 227
27 An-Naml (Semut) Makkiyah 93
28 Al-Qashash (Kisah-kisah) Makkiyah 88
29 Al-'Ankabuut (Laba-laba) Makkiyah 69
30 Ar-Ruum (Bangsa Romawi) Makkiyah 60
31 Luqman (Luqman) Makkiyah 34
32 As-Sajdah (Sujud) Makkiyah 30
33 Al-Ahzab (Golongan yang Bersekutu) Madaniyyah 73
34 Saba' (Kaum Saba') Makkiyah 54
35 Faathir (Pencipta) Makkiyah 45
36 Yaa Siin (Yaa Siin) Makkiyah 83
37 Ash-Shaaffat (Yang bershaf-shaf) Makkiyah 182
38 Shaad (Shaad) Makkiyah 88
39 Az-Zumar (Rombongan-rombongan) Makkiyah 75
40 Al-Mu'min (Orang yang Beriman) Makkiyah 85
41 Fushshilat ((Kitab) yang dijelaskan) Makkiyah 54
42 Asy-Syuura (Musyawarah) Makkiyah 53
43 Az-Zukhruf (Perhiasan) Makkiyah 89
44 Ad-Dukhaan (Kabut) Makkiyah 59
45 Al-Jaatsiyah (Yang Berlutut) Makkiyah 37
46 Al-Ahqaaf (Bukit-bukit Pasir) Makkiyah 35
47 Muhammad (Nabi Muhammad S.A.W.) Madaniyyah 38
48 Al-Fat-h (Kemenangan) Madaniyyah 29
49 Al-Hujuraat (Kamar-kamar) Madaniyyah 18
50 Qaaf (Qaaf) Makkiyah 45
51 Adz-Dzaariyat (Angin yang Menerbangkan) Makkiyah 60
52 Ath-Thuur (Bukit) Makkiyah 49
53 An-Najm (Bintang) Makkiyah 62
54 Al-Qamar (Bulan) Makkiyah 55
55 Ar-Rahmaan (Yang Maha Pemurah) Madaniyyah 78
56 Al-Waaqi'ah (Hari Kiamat) Makkiyah 96
57 Al-Hadiid (Besi) Madaniyyah 29
58 Al-Mujaadilah (Wanita yang Mengajukan Gugatan) Madaniyyah 22
59 Al-Hasyr (Pengusiran) Madaniyyah 24
60 Al-Mumtahanah (Perempuan yang Diuji) Madaniyyah 13
61 Ash-Shaff (Barisan) Madaniyyah 14
62 Al-Jumuah (Hari Jum'at) Madaniyyah 11
63 Al-Munaafiqun (Orang-orang Munafik) Madaniyyah 11
64 At-Taghaabun (Hari Ditampakkan Kesalahan-kesalahan) Madaniyyah 18
65 Ath-Thalaaq (Talak) Madaniyyah 12
66 At-Tahriim (Mengharamkan) Madaniyyah 12
67 Al-Mulk (Kerajaan) Makkiyah 30
68 Al-Qalam (Kalam (Pena)) Makkiyah 52
69 Al-Haaqqah (Hari Kiamat) Makkiyah 52
70 Al-Ma'aarij (Tempat-tempat Naik) Makkiyah 44
71 Nuh (Nabi Nuh) Makkiyah 28
72 Al-Jin (Jin) Makkiyah 28
73 Al-Muzzammil (Orang yang Berselimut) Makkiyah 20
74 Al-Muddatstsir (Orang yang Berkemul) Makkiyah 56
75 Al-Qiyaamah (Hari Kiamat) Makkiyah 40
76 Al-Insaan (Manusia) Madaniyyah 31
77 Al-Mursalaat (Malaikat yang Diutus) Makkiyah 50
78 An-Naba' (Berita Besar) Makkiyah 40
79 An-Naazi'aat (Malaikat-malaikat yang Mencabut (Nyawa)) Makkiyah 46
80 'Abasa (Ia Bermuka Masam) Makkiyah 42
81 At-Takwiir (Menggulung) Makkiyah 29
82 Al-Infithaar (Terbelah) Makkiyah 19
83 Al-Muthaffif (Orang-orang yang Curang) Makkiyah 36
84 Al-Insyiqaaq (Terbelah) Makkiyah 25
85 Al-Buruuj (Gugusan Bintang) Makkiyah 22
86 Ath-Thaariq (Yang Datang di Malam Hari) Makkiyah 17
87 Al-A'laa (Yang Paling Tinggi) Makkiyah 19
88 Al-Ghaasyiyah (Hari Pembalasan) Makkiyah 26
89 Al-Fajr (Fajar) Makkiyah 30
90 Al-Balad (Negeri) Makkiyah 20
91 Asy-Syams (Matahari) Makkiyah 15
92 Al-Lail (Malam) Makkiyah 21
93 Adh-Dhuhaa (Waktu Matahari Sepenggalah Naik) Makkiyah 11
94 Alam Nasyrah (Melapangkan) Makkiyah 8
95 At-Tiin (Buah Tin) Makkiyah 8
96 Al-'Alaq (Segumpal Darah) Makkiyah 19
97 Al-Qadr (Kemuliaan) Makkiyah 5
98 Al-Bayyinah (Bukti) Madaniyyah 8
99 Az-Zalzalah (Kegoncangan) Madaniyyah 8
100 Al-'Aadiyaat (Kuda Perang) Makkiyah 11
101 Al-Qaari'ah (Hari Kiamat) Makkiyah 11
102 At-Takaatsur (Bermewah-mewahan) Makkiyah 8
103 Al-'Ashr (Masa) Makkiyah 3
104 Al-Humazah (Pengumpat) Makkiyah 9
105 Al-Fiil (Gajah) Makkiyah 5
106 Quraisy (Suku Quraisy) Makkiyah 4
107 Al-Maa'uun (Barang-barang yang Berguna) Makkiyah 7
108 Al-Kautsar (Nikmat yang Banyak) Makkiyah 3
109 Al-Kaafiruun (Orang-orang Kafir) Makkiyah 6
110 An-Nashr (Pertolongan) Madaniyyah 3
111 Al-Lahab (Gejolak Api) Makkiyah 5
112 Al-Ikhlash (Memurnikan Ke-esaan Allah) Makkiyah 4
113 Al-Falaq (Waktu Subuh) Makkiyah 5
114 An-Naas (Manusia) Makkiyah 6

Powered by Al-Qur'an for Joomla!
Al-Ahad 26 Ramadhan 1431
Shadaqah

Kamus Random Ind-Arab

Kamus Ind arab 4

Pengunjung Online

Ada 9 guests sedang online

Jumlah Pengunjung Website

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini29
mod_vvisit_counterKemarin106
mod_vvisit_counterMinggu Ini903
mod_vvisit_counterBulan Ini476
mod_vvisit_counterTotal20158
Visitors Counter 1.5

Domisili Pengunjung Website

Loading GeoVisitors Map
GeoVisitors for Joomla!

Chat Dengan Media Center

bottom

top

Surat Al Quran Hari Ini

Al Fatihah 

 

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
  

 

2. Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].

[2] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafal rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah).
'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. ALlah pencipta semua alam-alam itu.

  

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 

 

  

 

4. Yang menguasai[4] di Hari Pembalasan[5].

[4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.

  

 

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan[7].

[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

 

6. Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus,

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

 

 

7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]

[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

 

 

 

 

Al Ikhlash

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah saw. dengan berkata: "Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu." Ayat ini (S. 112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini Makkiyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi saw. dan diantaranya Ka'bubnul 'asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: "Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu." Ayat ini (S.112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Sa'id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa'id bin Jubair menegaskan bahwa surat ini Madaniyyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab(Persekutuan antara kamu Quraisy, Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa suku sekeliling Makkah) berkata: "Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami." Maka datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil 'Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)

Keterangan:
Menurut as-Suyuthi kata "al-Musyrikin" dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi saw. dan berkata: "Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.

 

   

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

 

bottom

Dikembangkan Oleh Media Center Masjid Al-Ikhlash Jatipadang. Designed by: Free Joomla 1.5 Theme, Infinology. Valid XHTML and CSS.