.
Sunday 20th of May 2012    
Banner
Banner
<

feed-image Feed Entries
Untuk Melihat Situasi Saat Ini di Masjid Nabawi Madinah dan Masjidil Haram Makkah, Klik Menu Live Streaming yang Terdapat di bagian Halaman Beranda
video-streaming-nabawi video-streaming-masjidil-ha
 
PDF Print E-mail
Berita Terkini
Sunday, 18 March 2012 05:30

 

Kunjungan dan Studi Banding

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya

 

Kembali Masjid Al-Ikhlash Jatipadang mendapat kunjungan studi banding, kunjungan studi banding kali ini agak sedikit spesial, karena dilakukan oleh Masjid skala Nasional yang berada di Surabaya, yaitu Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

 

Sedianya kunjungan ini akan dihadiri oleh Direktur Utama, Direktur Idarah dan Kepala Tata Usaha Masjid, tetapi karena ada delay penerbangan dari Surabaya, maka kunjungan studi banding tersebut  hanya dihadiri oleh Direktur Utama, yaitu Bapak Drs. H. Endro Siswantoro, MSi. yang sudah berada di Jakarta sejak satu hari sebelumnya.

 

 

Dialog Interaktif

"Menjadikan Al Qur'an Mengalir Seperti Air"

Bersama Ustadz KH. DR. Ali Achmadi, MA, Al Hafizh

Masjid Al-Ikhlash Jatipadang, 18 Juli 2010

 

 
PDF Print E-mail
Berita Terkini
Sunday, 11 March 2012 07:01

 

Jurnalisme Warga Bagi Remaja Masjid

 

 

Jurnalisme warga (citizen journalism) saat ini menjadi istilah yang populer di kalangan masyarakat. Melalui jurnalisme warga, masyarakat awam dapat melakukan kegiatan jurnalistik: menghimpun, mengolah, dan menyebarkan informasi yang mereka anggap bermanfaat bagi masyarakat luas.


Pada tanggal 11-12 Februari 2012 yang lalu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Jurnalisme Warga di Masjid Al-Ikhlash Jatipadang, bekerjasama dengan Himpunan Pemuda Pelajar Masjid Al-Ikhlash (HIPPMASH) yang merupakan salah satu badan otonom Masjid Al-Ikhlash Jatipadang.


Dalam sambutannya, Dekan FISIP UHAMKA, Ibu Dr. Sri Mustika, MSi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian UHAMKA kepada masyarakat, agar mereka mengenal dasar-dasar jurnalistik, dan dalam hal ini lebih difokuskan kepada bentuk jurnalisme warga. Beliau menambahkan bahwa Remaja Masjid adalah salah satu komponen dalam masyarakat yang juga dapat mengapresiasikan kegiatannya kepada khalayak luas. Untuk itulah mengapa pelatihan Jurnalisme Warga ini diadakan bagi HIPPMASH.

 

 
PDF Print E-mail
Berita Terkini
Saturday, 02 July 2011 21:58
 
Masjid Al-Ikhlash Jatipadang Menjadi Masjid Pertama Yang Meraih Sistem Manajemen Mutu  ISO 9001 : 2008
 
sertfikasi-iso-9001-2008Manajemen dan operasional Masjid ternyata dapat memenuhi praktik pengelolaan yang sesuai standar internasional. Hal ini terbukti ketika Masjid Al-Ikhlash Jatipadang Pasar Minggu Jakarta pada hari ini, Sabtu 2 Juli 201i secara resmi menerima sertifikasi Sistem Manjemen Mutu ISO 9001 : 2008 dari International Standard Certification (ISC) yang berkedudukan di Sydney, Australia. Sertifikat tersebut diserahkan oleh Mr. Rickman J Mather dari ISC kepada H. Budi Suhirman selaku Ketua Umum Masjid Al-Ikhlash Jatipadang di depan jajaran Pimpinan Dewan Masjid Indonesia (DMI) , para pejekabat Pemerintah Pusat maupun DKI Jakarta, Pengurus Masjid-Masjid DKI dan para tamu atau jamaah yang memenuhi ruang serba guna Masjid Al-Ikhlash Jatipadang.
 
Bagi lembaga sertifikasi ISC sendiri, seperti yang disampaikan oleh Rickman J Mather, adalah suatu kehormatan dan prestasi yang menggembirakan karana Masjid Al-Ikhlash Jatipadang merupakan Masjid dan lembaga pertama di dunia yang telah di audit dalam proses sertifikasi ISO. Ini berarti diseluruh dunia, Masjid Al-Ikhlash Jatipadang adalah tempat ibadah yang pertama menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2008.
 
Al-Ahad 29 Jamadil akhir 1433
Shadaqah

Kamus Random Ind-Arab

Kamus Ind arab

Pengunjung Online

Ada 3 guests sedang online

Jumlah Pengunjung Website

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini223
mod_vvisit_counterKemarin168
mod_vvisit_counterMinggu Ini1494
mod_vvisit_counterBulan Ini3839
mod_vvisit_counterTotal114251
Visitors Counter 1.5

Domisili Pengunjung Website

Loading GeoVisitors Map
GeoVisitors for Joomla!

Chat Dengan Media Center

bottom

top

Surat Al Quran Hari Ini

Al Fatihah 

 

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang[1].

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.
  

 

2. Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam[3].

[2] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafal rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah).
'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. ALlah pencipta semua alam-alam itu.

  

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

 

 

  

 

4. Yang menguasai[4] di Hari Pembalasan[5].

[4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.

  

 

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan[7].

[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

 

6. Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus,

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

 

 

7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9]

[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

 

 

 

 

Al Ikhlash

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah saw. dengan berkata: "Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu." Ayat ini (S. 112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini Makkiyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi saw. dan diantaranya Ka'bubnul 'asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: "Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu." Ayat ini (S.112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Sa'id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa'id bin Jubair menegaskan bahwa surat ini Madaniyyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab(Persekutuan antara kamu Quraisy, Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa suku sekeliling Makkah) berkata: "Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami." Maka datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil 'Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)

Keterangan:
Menurut as-Suyuthi kata "al-Musyrikin" dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi saw. dan berkata: "Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah saw tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.

 

   

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.

 

bottom

Dikembangkan Oleh Media Center Masjid Al-Ikhlash Jatipadang. Designed by: Free Joomla 1.5 Theme, Infinology. Valid XHTML and CSS.